Minggu, 12 Februari 2017

Budaya Lokal di Indonesia { makalah }

| | 0 komentar

ILMU BUDAYA DASAR
 (BUDAYA LOKAL DI INDONESIA )
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi  tugas dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar


Disusun Oleh  :
DESI AYU KUMALASARI



FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017


BAB 1
PENDAHULUAN

1. 1   Latar belakang.
Kemajemukan budaya lokal di Indonesia tercermin dari keragaman budayadan adat istiadat dalam masyarakat. Suku bangsa di Indonesia, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Minang, Timur, Bali, Sasak, Papua, dan Maluku memiliki adat istiadat dan bahasa yang berbeda-beda. Budaya lokal  Indonesia terletak di wilayah yang menghampar dari ujung utara Pulau Weh sampai ke bagian timur di Merauke. Selain itu, Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan keragaman budaya yang dimilikinya. Oleh karena itu kita sebagai bangsa indonesia harus menjaga dan mengembangkan budaya lokal dari genarisi ke generasi bangsa indonesia agar bangsa indonesia bisa terus maju dan tidak kalah saing dengan budaya- budaya asing lainya.
1.2     Rumusan masalah
1.      Apa yang di maksud dengan budaya lokal?
2.      Jelaskan definisi konsep budaya lokal menurut para ahli ?
3.      Jelaskan maca-macam budaya lokal di indonesia?
4.      Jelaskan ciri-ciri budaya lokal?
5.      Jelaskan hubungan antar budaya lokal di indonesia?
6.      Jelaskan Pengaruh budaya lokal terhadap budaya asing di indonesia. ?
7.      Jelaskan Peranan budaya lokal mendukung ketahanan budaya nasional?

1.3.    Tujuan
1.      Untuk Mengetahui pengertian budaya lokal
2.      Untuk mengetahui konsep budaya lokal menurut para ahli
3.      Untuk mengetahui macam-macam budaya lokal di indonesia
4.      Untuk mengetahui ciri-ciri budaya lokal
5.      Untuk mengetahui hubungan antar budaya lokal di indonesia
6.      Untuk mengetahui pengaruh budaya lokal terhadap budaya asing di indonesia
7.      Untuk mengetahui peranan budaya lokal mendukung ketahanan budaya   nasional


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian budaya lokal
Kata “budaya” berasal dari kata budaya, yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi (berasal dari bahasa sansekerta) yang mempunyai arti budi atau akal. Budi artinya akal pikiran, sedangkan daya mempunyai arti usaha atau ikhtiar.
Dalam bahasa inggris, budaya dikenal dengan istilah culture yang mempunyai arti budaya, yang sebenarnya istilah ini berasal dari kata latin colere, artinya mengolah atau mengerjakan, tanah (bertani).
Budaya lokal adalah suatu budaya yang perkembanganya didaerah-daerah dan merupakan milik suku bangsa nusantara. Bangsa indonesia dikenal sebagai bangsa yang multikultural dalam suku bangsa dan budaya.
Contoh :
1. Budaya Selamatan dalam lingkaran Hidup Manusia di Suku Bangsa Jawa  (Mitoni/Tingkep, Brokohan, Puputan, Sunatan, Perkawinan, Selamatan orang yang sudah meninggal, dll)
2.   Budaya Garebeg Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
3.   Budaya Ngaben untuk masyarakat Suku Bangsa Bali.

Budaya lokal  Indonesia terletak di wilayah yang menghampar dari ujung utara Pulau Weh sampai ke bagian timur di Merauke. Selain itu, Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan keragaman budaya yang dimilikinya. Oleh karena itu bangsa Indonesia disebut juga bangsa majemuk yang memiliki beragam budaya. Selain itu, Indonesia memiliki letak sangat strategis dan tanah yang subur dengan kekayaan alam melimpah ruah.
Keadaan geografis yang strategis ini menyebabkan semua arus budaya asing bebas masuk ke Indonesia. Hampir semua budaya setiap etnis mulai Asia sampai Eropa ada di Indonesia. Budaya yang masuk itu memperkaya dan memengaruhi perkembangan budaya lokal yang ada secara turun temurun.


2.2  Definisi konsep budaya lokal menurut para ahli
a. Menurut Irwan Abdullah.
definisi kebudayaan hampir selalu terikat pada batas-batas fisik dan geografis yang jelas. Misalnya, budaya Jawa yang merujuk pada suatu tradisi yang berkembang di Pulau Jawa. Oleh karena itu, batas geografis telah dijadikan landasan untuk merumuskan definisi suatu kebudayaan lokal.
Namun, dalam proses perubahan sosial budaya telah muncul kecenderungan mencairnya batas-batas fisik suatu kebudayaan. Hal itu dipengaruhi oleh faktor percepatan migrasi dan penyebaran media komunikasi secara global sehingga tidak ada budaya local suatu kelompok masyarakat yang masih sedemikian asli.
b. Menurut Hildred Geertz
dalam bukunya Aneka Budaya dan Komunitas di Indonesia, di Indonesia saat ini terdapat lebih 300 dari suku bangsa yang berbicara dalam 250 bahasa yang berbeda dan memiliki karakteristik budaya lokal yang berbeda pula. Wilayah Indonesia memiliki kondisi geografis dan iklim yang berbeda-beda. Misalnya, wilayah pesisir pantai Jawa yang beriklim tropis hingga wilayah pegunungan Jayawijaya di Provinsi Papua yang bersalju Perbedaan iklim dan kondisi geografi tersebut berpengaruh terhadap kemajemukan budaya lokal  di Indonesia.
Pada saat nenek moyang bangsa Indonesia datang secara bergelombang dari daerah Cina Selatan sekitar 2000 tahun sebelum Masehi, keadaan geografis Indonesia yang luas tersebut telah memaksa nenek moyang bangsa Indonesia untuk menetap di daerah yang terpisah satu sama lain.
Isolasi geografis tersebut mengakibatkan penduduk yang menempati setiap pulau di Nusantara tumbuh menjadi kesatuan suku bangsa yang hidup terisolasi dari suku bangsa lainnya. Setiap suku bangsa tersebut tumbuh menjadi kelompok masyarakat yang disatukan oleh ikatan-ikatan emosional serta memandang diri mereka sebagai suatu kelompok masyarakat tersendiri. Selanjutnya, kelompok suku bangsa tersebut mengembangkan kepercayaan bahwa mereka memiliki asal-usul keturunan yang sama dengan didukung oleh suatu kepercayaan yang berbentuk mitos-mitos yang hidup di dalam  masyarakat.
            Kemajemukan budaya lokal di Indonesia tercermin dari keragaman budaya dan adat istiadat dalam masyarakat. Suku bangsa di Indonesia, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Minang, Timor, Bali, Sasak, Papua, dan Maluku memiliki adat istiadat dan bahasa yang berbeda-beda.
            Setiap suku bangsa tersebut tumbuh dan berkembang sesuai dengan alam lingkungannya. Keadaan geografis yang terisolir menyebabkan penduduk setiap pulau mengembangkan pola hidup dan adat istiadat yang berbeda-beda. Misalnya, perbedaan bahasa dan adat istiadat antara suku bangsa Gayo-Alas di daerah pegunungan Gayo-Alas dengan penduduk suku bangsa Aceh yang tinggal di pesisir pantai Aceh.
c. Menurut Soekmono.
dalam Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I, masyarakat awal pada zaman praaksara yang dating pertama kali di Kepulauan Indonesia adalah ras Austroloid sekitar 20.000 tahun yang lalu. Selanjutnya, disusul kedatangan ras Melanosoid Negroid sekitar 10.000 tahun lalu. Ras yang dating terakhir ke Indonesia adalah ras Melayu Mongoloid sekitar 2500 tahun SM pada zaman Neolithikum dan Logam. Ras Austroloid kemudian bermigrasi ke Australia dan sisanya hidup di di Nusa Tenggara Timur dan Papua.
Ras Melanesia Mongoloid berkembang di Maluku dan Papua, sedangkan ras Melayu Mongoloid menyebar di Indonesia bagian barat. Ras-ras tersebut tersebar dan membentuk berbagai suku bangsa di Indonesia. Kondisi tersebut juga mendorong terjadinya kemajemukan budaya local berbagai suku bangsa di Indonesia.
d. Menurut James J. Fox
            di Indonesia terdapat sekitar 250 bahasa daerah, daerah hukum adat, aneka ragam kebiasaan, dan adat istiadat. Namun, semua bahasa daerah dan dialek itu sesungguhnya berasal dari sumber yang sama, yaitu bahasa dan budaya Melayu Austronesia. Di antara suku bangsa Indonesia yang banyak jumlahnya itu memiliki dasar persamaan sebagai berikut.
·                  Asas-asas yang sama dalam bentuk persekutuan masyarakat, seperti bentuk rumah dan adat perkawinan.
·         Asas-asas persamaan dalam hukum adat.
·         Persamaan kehidupan sosial yang berdasarkan asas kekeluargaan.
·         Asas-asas yang sama atas hak milik tanah.

1.3    Macam-macam budaya lokal di indonesia.
            Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang multicultural karena masyarakatnya terdiri dari berbagai suku bangsa dengan budayanya masing-masing yang berbeda-beda. Oleh karena itu di Indonesia berkembang berbagai budaya local yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Budaya local itu merupakan unsure pembentuk budaya nasional. Sehingga keseluruhan budaya local yang berkembang di masyarakat Indonesia merupakan budaya nasional bangsa Indonesia.
Berikut ini beberapa contoh budaya local yang berkembang di masyarakat Indonesia:
Ø  Tradisi Upacara Labuhan Merapi (Budaya masyarakat Yogyakarta khususnya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat).
Ø  Tradisi Ngaben (Budaya masyarakat Hindu-Bali)
Ø  Tradisi Batapung Tawar Maayun (Budaya masyarakat Martapura, Amuntai, an Banjarmasin)
Ø  Karaban Sapi (Budaya masyarakat Madura)
Ø  Tradisi Selamatan Dalam Lingkaran Hidup Manusia (Budaya masyarakat Jawa)
1.4    Ciri budaya lokal
Ciri budaya lokal dapat dikenali dalam bentuk kelembagaan sosial yang memiliki suatu suku bangsa. Kelembagaan sosial merupakan ikatan sosial bersama diantara anggota masyarakat yang mengkoordinasikan tindakan sosial bersama antara anggota masyarakat. Lembaga sosial memiliki orientasi perlakuan sosial kedalam yang sangat kuat. Hal itu ditunjukan dengan orientasi untuk memenuhi kebutuhan lembaga sosial tersebut. Bentuk kelembagaan sosial itu dapat dijumpai dalam sistem gotong royong dijawa dan didalam sistem banjar atau ikatan adat dibali. Gotong royong merupakan ikatan hubungan tolong menolong diantara masyarakat desa.
Didaerah pedesaan pola hubungan gotong royong dapat terwujud dalam banyak asfek kehidupan. Kerja bakti, bersih desa, dan panen bersama, merupakan beberapa contoh dari aktifitas gotong royong yang sampai sekarang masih dapat ditemukan didaerah pedesaan. Didalam masyarakat jawa, kebiasaan gotong royong terbagi dalam berbagai macam bentuk. Bentuk itu diantaranya berkaitan dengan upacara siklus hidup manusia, seperti perkawinan, kematian, dan panen yang dikemas dalam bentuk selamatan.


1.5    Hubungan antar budaya lokal di indonesia
Bangsa indonesia merupakan kesatuan dari bangsa yang majemuk, artinya bangsa indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan berbagai kebudayaan Menurut hasil penelitian van vollenhoven, aneka ragam suku bangsa yang bermukim diwilayah indonesia diklasifikasikan berdasarkan sistem lingkaran-lingkaran hukum adat yang meliputi 19 daerah, yaitu:
1.      Aceh
2.      Gayoh- alas dan batak, Nias dan batu
3.      Minang kabau dan mentawai
4.      Sumatera selatan dan enggano
5.      Melayu
6.      Bangka dan belitung
7.      Kalimantan
8.      Sangir talaut
9.      Gorontalo
10.  Sulawesi selatan
11.  Toroja
12.  Tarnate
13.  Ambon-maluku dan kepulauan barat daya
14.  Irian
15.  Timur
16.  Bali dan lombok
17.  Jawa tengah dan jawa timur
18.  Surakarta dan jogjakarta
19.  Jawa barat

·         .       Hubungan bahasa
Hubungan antar kebudayaan lokal, tercermin dalam bentuk persebaran bahasa daerah, sebagai bentuk persebaran unsur budaya lokal. Hal itu sebagai dampak interaksi sosial antara kelompok masyarakat yang berbeda kebudayaan.

Misalnya penduduk suku bangsa jawa yang tinggal berbatasan dengan wilayah suku bangsa sunda(jawa barat) antara lain cilacap dan brebes, memiliki ragam bahsa yang merupakan perpaduan antara bahasa jawa dan sunda. Demikian halnya penduduk suku bangsa jawa yang berbatasan dengan wilayah madura , memiliki ragam bahasa yang menunjukkan perpaduan antara bahasa jawa dan madura.
Perpaduan bahas tersebut tercermin dalam bentuk logat atau dialek. Dialek bahasa jawa penduduk brebes berbeda dengan dialek bahasa jawa penduduk semarang, berbeda dengan penduduk solo dan berbeda pula dengan penduduk surabaya, meskipun mereka sama-sama menggunakan bahasa jawa. Di era kehidupan sekarang ini, khususnya dikalangan remaja, pemakaian dialek bahasa betawi seperti gua (saya), lu(kamu), uda (sudah), bantuin dong (tolong dibantu).
1.      Hubungan sistem kesenian
Hubungan yang terjalin antar kebudayaan lokal dapat terlihat pada unsur kesenian. Jalinan interaksi sosial antar suku bangsa, bisa terjadi melalui kegiatan expansi, migrasi, maupun perdagangan. Misal perkembangan seni pertunjukan wayang, tidak hanya terbatas dilingkungan masyarakat jawa saja melainkan dapat dijumpai pada masyarakat sunda dan bali meskipun berbeda jenisnya.
Demikian halnya dengan tari topeng. Perkembangan tari topeng dapat dijumpai dalam kebudayaan masyarakat betawi, sunda, jawa tengah, timur, dan bali.
2.      Hubungan sistem tekhnologi
Meningkatnya peradaban suatu suku bangsa sekaligus menandai proses perubahan kebudayaan lokal. Pola kehidupan masyarakat yang dinilai lebih maju berpengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat yang tingkat peradabanya masih sederhana. Melalui proses migrasi maupun interaksi perdagangan, telah terjadi saling mempengaruhi terhadap kebudayaan lokal. Misal kehidupan suku terasing yang hidup dipedalaman akhirnya akan mampu menyesuaikan dengan pola kehidupan masyarakat luar yang modern, setelah mereka membuka diri menjalin interaksi sosial dengan masyarakat luar. Dibidang tekhnologi penyesuaian tersebut dapat berupa alat rumah tangga dan pakaian.

1.6    Pengaruh budaya lokal terhadap budaya asing di indonesia.
Pengaruh budaya asing terjadi pertama kali saat suatu bangsa berinteraksi dengan bangsa lain misalnya: melalui perdagangan dan penjajahan. Dalam proses interaksi tersebut terjadi saling mempengaruhi unsur budaya antar bangsa. Pada awalnya perhatian para sarjana antropologi untuk memahami bagaimana unsur kebudayaan asing bisa masuk ke indonesia adalah melalui penelusuran sejarah mengenai kedatangan bangsa-bangsa asing ke indonesia yang bertujuan untuk melakukan kolonelisasi. Pada masa kolonial belanda diterapkan sistem administrasi, seperti kelurahan, desa, dan dusun yang sampai sekarang masih tetap berlaku.
1.7    Peranan budaya lokal mendukung ketahanan budaya nasional
Dalam menganalisa permasalahan budaya lokal yang harus ditingkatkan demi memperkokoh budaya nasional dapat menggunakan rumus SWOT sehingga kita dapat menganalisa dari semua sudut pandang agar dapat mengetahui apa saja kelemahan yang kita miliki sehingga kita dapat mencari jalan keluarnya, mempertahankan setiap kekuatan budaya lokal yang telah kita miliki, peluang yang ada yang dapat kita manfaatkan dan tantang-tantangan yang harus kita hadapi sehingga kita dapat mempersiapkan diri akan datangnya kemungkinan tentang yang menghadang.
a.       Kekuatan
Keberagaman budaya yang ada di indonesia sudah dikenal luas di seantero bumi ini dan seakan menjadi primadona diantara seluru kebudayaan yang ada. Kelebihan ini tentunyatelah membuat indonesia menjadi objek wisata penelitian maupun tempat untuk belajar dalam pengembangan ilmu budaya.
b.      Kelemahan
Seluruh dunia tahu betapa indonesia kaya dengan kebudayaan.mulai dari bahasa, tari-tarian sampai lagu.setiap daera di indonesia memiikinya dengan kehasan masing-masing namun, dengan hasana kebudayaan begitu luas bangsa indonesia ditantang. Pada era globalisasi kini nilai-nilai serta budaya dari luar dapat dengan mudah merasuk kerana kehidupan berbangsa indonesia.




c.       Peluang
Inisiatif dalam melakukan penetrasi penciptraan bangsa ini kedepannya akan sangat berpengaruh dalam perkembangan kemajuan budaya nasional di mata dunia, dimana hal ini akan memberikan dampak positif yang akan membuat indonesia menjadi salah satu pusat cagar budaya dunia.
d.      Tantangan
Di era globalisasi seperti sekarang ini sangat sulit untuk dapat melestarikan budaya nasional, dimana hal ini menjadi sebuah permasalahan yang amat sulitt untuk dicarikan jalan keluarnya. Tentu hal ini menjadi masalah yang amat besar bagi negara ini


                               
BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Kata “budaya” berasal dari kata budaya, yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi (berasal dari bahasa sansekerta) yang mempunyai arti budi atau akal. Budi artinya akal pikiran, sedangkan daya mempunyai arti usaha atau ikhtiar.
Dalam bahasa inggris, budaya dikenal dengan istilah culture yang mempunyai arti budaya, yang sebenarnya istilah ini berasal dari kata latin colere, artinya mengolah atau mengerjakan, tanah (bertani).
Budaya lokal adalah suatu budaya yang perkembanganya didaerah-daerah dan merupakan milik suku bangsa nusantara. Bangsa indonesia dikenal sebagai bangsa yang multikultural dalam suku bangsa dan budaya
            Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang multicultural karena masyarakatnya terdiri dari berbagai suku bangsa dengan budayanya masing-masing yang berbeda-beda. Oleh karena itu di Indonesia berkembang berbagai budaya local yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Budaya local itu merupakan unsure pembentuk budaya nasional. Sehingga keseluruhan budaya local yang berkembang di masyarakat Indonesia merupakan budaya nasional bangsa Indonesia.

1.2   Kritik dan saran
Dalam makalah ini penulis menyarankan kepada pembaca agar dapat memahami cara menyusun materi pembelajaran dan metode pembelajaran bahasa arab sebagai bahasa asing, disini penulis mengharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca, dikarenakan penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan.




Read more...

Kamis, 02 Februari 2017

Manusia dan Kebudayaan

| | 0 komentar



Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa di pisahkan dalam kehidupan ini.Manusia adalah makhluk tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun temurun.Budaya tercipta dari kegiatan sehari – hari.

Contoh tentang hubungan antara manusia dengan kebudayaan :

Hubungan antara manusia dengan peraturan-peraturan kemasyarakatan.Pada saat awalnya peraturan itu dibuat oleh manusia, setelah peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh kepada peraturan yang dibuatnya sendiri.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri




Read more...

Pengabdian dan Pengorbanan

| | 0 komentar



Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
·         Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran dan pendapat sebagai perwujudan kesetiaan, atau suatu kesetiaan yang di lakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu ada hakekatnya yaitu rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras seharian penuh itu untuk mencukupi kebutuhannya. Lain halnya jika kita hanya membantu teman dalam kesulitan mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya sebuah bantuan saja.

·         Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengharapkan suatu imbalan maupun pamrih dari orang lain.
Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanannya. Antara sesama kawan sulit di katakannya pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatnya, tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa bentuk harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengabdian lebih banyak menunjukan kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjukan kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran ,perasaan, tenaga, biaya, dan waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut suatu pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut suatu pengabdian.
Pengabdian dan pengorbanan merupakan perbuatan yang dilakukan secara beriringan. Ketika seseorang mengabdi maka disitu akan ditemukan pula pengorbanandirinya terhadap hal yang diabdinya. Dalam mengabdi tersebut objeknya berbeda, dan begitupun dengan pengorbanan. Pengetahuan yang penulis dapatkan, macam pengabdian dan pengorbanan memiliki objek yang sama dan sebagian besar membaginya menjadi beberapa macam, yaitu: 

·         Pengabdian dan Pengorbanan kepada Keluarga
Istilah keluarga menurut Ki Hajar Dewantara berasal dari kata “kawula” (abdi) dan “warga” (anggota). Dalam keluarga tidak ada majikan atau pembantu, semua mempunyai kedudukan yang sama sebagai “kawula” yang mempunyai tugas masing-masing sesuai kemampuannya. Pengabdian kepada keluarga ini dapat berupa pengabdian suami kepada istri dan anak-anaknya, pengabdian istri kepada suami dan anak-anaknya serta pengabdian anak-anak kepada orangtuanya.Sebagai contoh pengabdian anak kepada orangtua, kita bisa melihat banyak anak-anak yang ikut mencari nafkah untuk membantu kebutuhan keluarganya, sehingga mereka mengorbankan kegembiraan masa kecil serta pendidikan mereka. 
·         Pengabdian dan Pengorbanan kepada Masyarakat 
Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri. Sejak lahir sampai mati, manusia selalu membutuhkan bantuan orang lain. Manusia membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya mulai dari sandang, papan dan pangan.Oleh karena itu, demi masyarakat, manusia (sebagai anggota masyarakat) harus mempunyai rasa tanggung jawab terhadap masyarakat dengan mengabdikan diri kepada masyarakat. Ikut menyumbangkan pikiran, pendapat atau tenaga dalam pembangunan desa atau daerah merupakan salah satu contoh pengabdian terhadap masyarakat.Dan kadang kita harus mengorbankan (mengsampingkan) kepentingan pribadi ketika menyumbangkan pikiran, pendapat atau tenaga kita untuk desa atau daerah.
·         Pengabdian dan Pengorbanan kepada Negara 
Negara adalah wilayah tempat kita hidup, dimana kita mencukupi kebutuhan kita diatas tanah tersebut.Oleh karena itu, mencintai Negara adalah kemutlakan yang tidak bisa kita tolak.Kecintaan terhadap Negara biasanya diwujudkan dengan pengabdian kepada Negara.Berbagai contoh penghabdian kepada Negara adalah taat membayar pajak, menjada kelestarian alam serta lingkungan, perang melawan penjajah dan sebagainya. Dalam perang melawan penjajah, kita harus mengorbankan segalnya, tidak hanya pikiran, pendapat serta tenaga, tapi juga harus mengorbankan harta benda bahkan nyawa sekalipun. 
·         Pengabdian dan Pengorbanan kepada Tuhan 

Sebagai makhluk Tuhan, manusia wajib mengabdi pada penciptanya. Pengabdian berarti penyerahan diri secara total kepada Tuhan yang Maha Esa. Sebagai contoh, Nabi Ibrahim yang merelakan menyembelih putranya (Isma’il) demi cintanya terhadap Tuhan.Meskipun akhirnya Tuhan menggantikannya dengan kambing.Atau biarawanserta biarawati (dalam agama Katolik) yang rela mngorbankan kenikmatan dunia demi pengabdiannya kepada Tuhan
Read more...

Keadilan Sosial

| | 0 komentar



“Keadilan sosial berarti keadilan merupakan milik setiap individu yang ada di masyarakat. Keadilan sosial yaitu adil yang menyeluruh yang berlaku untuk seluruh rakyat Indonesia. Tidak ada diskriminasi atau merugikan satu diantara banyak pihak yang terlibat. Serta tidak melibatkan status sosial, agama, ras, adat, warna kulit ataupun keanekaragaman yang ada di Indonesia yang artinya hitam tetap hitam putih tetap putih, benar tetap benar dan salah tetap salah.” (Citra Seviriana Dewi).

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, keadilan mempunyai arti sifat ( perbuatan, perlakuan dsb ) yang tidak berat sebelah ( tidak memihak ). Sedangkan sosial berarti segala sesuatu yang mengenai masyarakat, kemasyarakatan atau perkumpulan yang bersifat dan bertujuan kemasyarakatan (bukan dagang atau politik). “Keadilan sosial” pada dasarnya tidak lain daripada keadilan.Terlihat tiga macam    :

1.      Keadilan legalis
Keadilan legalis artinya keadilan yang arahnya dari pribadi ke seluruh masyarakat. Manusia pribadi wajib memperlakukan perserikatan manusia sebagai keseluruhan sebagai anggota yang sama martabatnya. Manusia itu sana dihadapan hukum, tidak ubahnya dengan anggota masyarakat yang lain.
Contoh : warga egara taat membayar pajak, mematuhi peraturan berlalu lintas di jalan raya. Jadi, setiap warga negara dituntut untuk patuh pada hukum yang berlaku.
2.      Keadilan distributive
Keadilan distributive adalah keseluruhan masyarakat wajib memperlakukan manusia pribadi sebagai manusia yang sama martabatnya. Dengan kata lain, apabila ada satu hukum yang berlaku maka hukum itu berlaku sama bagi semua warga masyarakat. Pemerintah sebagai representasi negara wajib memberikan pelayanan dan mendistribusikan seluruh kekayaan negara (asas pemerataan) dan memberi kesempatan yang sama kepada warga negara untuk dapat mengakses fasilitas yang disediakan oleh negara (tidak diskriminatif). Contoh : tersedianya fasilitas pendidikan untuk rakyat, jalan raya untuk transportasi umum termasuk untuk penyandang cacat dan lanjut usia.
3.      Keadilan komutatif
Hal ini khusus antara manusia pribadi yang satu dengan yang lain. Artinya tak lain warga masyarakat wajib memperlakukan warga lain sebagai pribadi yang sama martabatnya. Ukuran pemberian haknya berdasar prestasi. Orang yang punya prestasi yang sama diberi hak yang sama. Jadi sesuatu yang dapat dicapai oleh seseorang arus dipandang sebagai miliknya dan kita berikan secara proposional sebagaimana adanya. Contoh : saling hormat-menghormati antar-sesama manusia toleransi dalam pendapat dan keyakinan, salin bekerja sama.

Keadilan Sosial
Negara pancasila adalah negara kebangsaan yang berkeadilan sosial, yang berarti bahwa negara sebagai penjelmaan manusia sebagai Makhluk Tuhan yang Maha Esa, sifat kodrat individu dan makhluk sosial bertujuan untuk mewujudkan suatu keadilan dalam hidup bersama (Keadilan Sosial). Keadilan sosial tersebut didasari dan dijiwai oleh hakikat keadilan manusia sebagai makhluk yang beradab (sila II). Manusia pada hakikatnya adalah adil dan beradab, yang berarti manusia harus adil terhadap diri sendiri, adil terhadap Tuhannya, adil terhadap orang lain dan masyarakat serta adil terhadap lingkungan alamnya.
Dalam hidup bersama baik dalam masyarakat, bangsa dan negara harus terwujud suatu keadilan (Keadilan Sosial), yang meliputi tiga hal yaitu : keadilan distributif (keadilan membagi), yaitu negara terhadap warganya, kedilan legal (keadilan bertaat), yaitu warga terhadap negaranya untuk mentaati peraturan perundangan, dan keadilan komutatif (keadilan antarsesama warga negara), yaitu hubungan keadilan antara warga satu dengan lainnya secara timbal balik (Notonagoro, 1975).
Sebagai suatu negara berkeadilan sosial maka negara Indonesia yang berlandaskan Pancasila sebagai suatu negara kebangsaan, bertujuan untuk melindungi segenap warganya dan seluruh tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan warganya (tujuan khusus). Adapun tujuan dalam pergaulan antar bangsa di masyarakat internasional bertujuan : “.....ikut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dalam pengertian ini maka negara Indonesia sebagai negara kebangsaan adalah berdasar keadilan sosial dalam melindungi dan mensejahterakan warganya,demikian pula dalam pergaulan masyarakat internasional berprinsip dasar pada kemerdekan serta keadilan dalam hidup masyarakat.
Realisasi dan perlidungan keadilan dalam hidup bersama daam suatu negara kebangsaan, mengharuskan negara untuk menciptakan suatu peraturan perundang-undangan. Dalam pengertian inilah maka negara kebangsaan yang berkeadilan sosial harus merupakan suatu negara yang berdasarkan atas hukum. Sehingga sebagai suatu negara hukum harus terpenuhi adanya tiga syarat pokok yaitu ; pengakuan dan perlindungan atas hak-hak asasi manusia, peradilan yang bebas, dan legalitas dalam arti hukum dalam segala bentuknya. Konsekuensinya sebagai suatu negara hukum yang berkeadilan sosial maka negara Indonesia harus mengkui dan melindungi hak-hak asasi manusia, yang tercantum dalam Undang-Undag dasar 1945 Pasal 27 ayat (1) dan (2),Pasal 28, Pasal 29 ayat (2), Pasal 31 ayat (1). Demikianlah sebagai suatu negara yang berkeadilan maka negara berkewajiban melindugi hak-hak asasi warganya, sebaliknya warga negara berkewajiban mentaati peraturan perundang-undangan sebagai manifestasi keadilan legal dalam hidup bersama.
Keadilan sosial berwujud hendak melaksanakan kesejahteraan umum dalam masyarakat bagi segala warga negara dan penduduk. Keadilan sosial di bidang kemasyarakatan menjadi suatu segi dari perikeadilan yang bersama-sama dengan perikemanusiaan ditentang dan dilanggar oleh penjajah yang harus dilenyapkan, seperti dirumuskan dalam Pembukaan alinea I. Demokrasi politik berhubungan dengan keadilan sosial memberi hak yang sama kepada segala warga dalam hukum dan susunan masyarakat negara, seperti dirumuskan dalam pasal 27 dan 31
·         Persamaan kedudukan di dalam hukum dan pemerintahan,
·         Kewajiban menjunjung hukum dan pemerintahan,
·         Hak yang sama atas pekerjaan dan penghidupan yang layak,
·         Mendapat pengajaran

Keadilan politik dan keadilan ekonomi ialah isi yang menjadi terasnya keadilan sosial yang mengindahkan perkembangan masyarakat dengan jaminan, supaya kesejahteran umum terlaksana. Keadilan sosial memberi perimbangan kepada kedudukan perseorangan dalam masyarakat dan negara. Dengan adanya keadilan sebagai sila kelima dari dasar filsafat negara kita, maka berarti bahwa di dalam negara, makmur dan “kesejahteraan umum” itu harus terjelma keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keadilan sosial menurut Pembukaan UUD dimaksudkan tidak hanya bagi rakyat Indonesia sendiri, akan tetapi juga bagi seluruh umat manusia. Keadilan sosial dapat dikembalikan pula kepada sifat kodrat manusia monodualis, sehingga keadilan sosial adalah sesuai pula dengan sifat hakekat negara kita sebagai negara monodualis, bahwa di dalam keadilan sosial itu terkandung pula kesatuan yang statis tak berubah dari kepentingan perseorangan atau kepentingan khusus dan kepentingan umum dalam keseimbangan yang dinamis, yang mana di antara dua macam kepentingan itu yang harus diutamakan tergantung dari keadaan dan zaman, kalau buat keadaan dan zaman kita sekarang kepentigan umumlah yang diutamakan
Read more...

Gunadarma University

Cute Hello Kitty Kaoani
desiayyy. Diberdayakan oleh Blogger.
 
 

malaaayu | Designed by: Compartidísimo
Images by: Scrappingmar©