Jumat, 08 Mei 2020

Menghitung Resiko dalam Menjalankan Usaha

| |



Analisa Aspek Keuangan
Modal/aspek keuangan pada hakekatnya merupakan faktor pelengkap dalam kegiatan wirausaha, sedangkan salah satu kunci keberhasilan usaha bukan terletak pada banyaknya modal, tetapi jumlah modal yang tepat dan penggunaan yang tepat. Hal-hal yang dilakukan dalam analisis keuangan diantaranya sebagai berikut.
  1. Melakukan analisis kepekaan (sensitivity analysis).
  2. Menghitung biaya modal investasi dan modal kerja.
  3. Menghitung biaya operasi.
  4. Menghitung proyeksi pendapatan.
  5. Membuat modal aliran dana (cash flow).
  6. Menentukan kriteria keekonomian suatu proyek.
Adapun risiko-risiko usaha dalam aspek keuangan diantaranya sebagai berikut.
  1. Adanya biaya produksi yang berlebihan.
  2. Adanya biaya perusahaan yang berlebihan.
  3. Adanya utang perusahaan yang besar.
  4. Adanya pinjaman yang berlebihan.
  5. Adanya suku bunga valuta asing dan risiko komoditas.
Analisa Potensi Pasar
Analisis Potensi Pasar atau sering disebut (Market Share Perusahaan) adalah Bagian pasar yang mampu dikuasai oleh perusahaan apabila dibandingkan dengan penjualan seluruh industrinya (total penjualan perusahaan yang sejenis) dikenal sebagai Market Share. Sehingga dapat dikatakan bahwa market share merupakan proporsi kemampuan perusahaan terhadap keseluruhan penjualan seluruh pesaing, termasuk penjualan perusahaan itu sendiri. Tingkat market share ditunjukan dan dinyatakan dalam angka presentase. Atas dasar angka tersebut dapat diketahui kedudukan perusahaan dan juga kedudukan pesaing-pesaingnya dipasar. Sehingga seringkali tingkat market share dapat dipergunakan dalam pedoman atau standart keberhasilan pemasaran perusahaan dalam kedudukannya dengan pesaing-pesaingnya.
Analisa Produk
Analisis produk adalah pengujian produk dengan melihat beberapa aspek sebagai indikator yang harus ada pada suatu produk. Sehingga apabila produk tersebut tidak memenuhi indikator-indikator yang ada, maka pebisnis akan dapat melihat bahwa produk mereka ternyata tidak lolos uji. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi pebisnis untuk mengkaji ulang dalam merumuskan kembali segala hal terkait produk tersebut. Analisis aspek produk terhadap risiko-risikonya, adalah sebagai berikut.
  1. Risiko terhadap daya saing produk yang sejenis/modelnya.
  2. Risiko karena ketinggalan teknologinya.
  3. Risiko karena penarikan kembali produk-produk yang ditawarkan dipasar karna kualitas yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen.
  4. Risiko karena adanya pemasok tidak mentaati komitmen yang mereka buat.
Analisa Pelanggan
Analisa pelanggan adalah kegiatan yang dilakukan produsen untuk menganalasis segala sesuatu yang dibutuhkan pelanggan dan memahami karakteristik pelanggan, seperti penggolongan pelanggan, pola konsumsi, perilaku, motif pelanggan dan kebiasaan pelanggan. Berdasarkan daya belinya, permintaan dibagi menjadi tiga macam, yaitu :
  1. Permintaan efektif
Permintaan masyarakat terhadap suatu barang atau jasa yang disertai dengan daya beli atau kemampuan membayar. Pada permintaan jenis ini, seorang konsumen memang membutuhkan barang itu dan ia mampu membayarnya.
  1. Permintaan potensial
Permintaan masyarakat terhadap suatu barang dan jasa yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk membeli, tetapi belum melaksanakan pembelian barang atau jasa tersebut.
  1. Permintaan absolut
Permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai dengan daya beli. Pada permintaan absolut konsumen tidak mempunyai kemampuan (uang) untuk membeli barang yang diinginkan.     
Analisa Pesaing Usaha
Analisa persaingan merupakan sebuah usaha untuk mengidentifikasi ancaman, kesempatan, ataupermasalahan strategis (strategy question) yang terjadi sebagai akibat dari perubahan persaingan potensial, serta kekuatan dan kelemahan pesaing. Analisis persaingan merupakan aktifitas yang terus menerus dan memerlukan koordinasi informasi. Bisnis dan unit bisnis menganalisis pesaing dapat dengan cara menggunakan sistem intelejen pesaing.Untuk kepentingan itu, beberapa teknik dilakukan seperti pencarian database, survey konsumen, wawancara dengan pemasok serta partisipan lainnya yang sesuai, perekrutan karyawan pesaing termasuk mempelajari produk pesaing. Setiap teknik yang telah dikemukakan, tampak didalamnya mengandung unsur titik kedinamisan. Tujuan analisa pesaing antara lain sebagai berikut.
1.            Memahami arti perubahan karena perubahan itu perlu.
2.            Mengetahui arti dari pesaing.
3.            Dapat mengidentifikasikan pesaing.
4.            Dapat menentukan sasaran yang diinginkan pesaing sehingga dapat membuat strategi untuk menghadapinya.
5.            Dapat mengidentifikasikan strategi ynag dibuat pesaing.
6.            Mampu menganalisis kekuatan dan kelemahan pesaing.
7.            Mampu mengidentifikasikan reaksi pesaing.
8.            Mampu merencanakan srategi apa yagn harus dibuat untuk menghadapi pesaing.
Analisa Bahan Baku atau Bahan Produksi
Bahan baku merupakan salah satu aspek penting dalam usaha atau bisnis yang dijalankan. Dalam menganalisis aspek bahan baku atau bahan produksi wirausaha harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut.
1.            Tersedianya bahan baku secara kontinue
2.            Sifat bahan baku yang dihasilkan
3.            Kemudahan dalam mendapatkan bahan baku produksi
4.            Tenaga kerja yang ada hubungannya dengan bahan baku produksi
Data yaitu fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang sangat berguna sebagai dasar yang relative objektif guna menyusun kebijaksanaan dan keputusan pelaku usaha. Analisa merupakan sebuah kegiatan untuk membandingkan dua hal atau variabel sehingga diketahui selisih atau rasionya guna mendapatkan sebuah kesimpulan. Terdapat dua bentuk data diantaranya sebagai berikut.
  1. Data kualitatif
Merupakan data analisis yang menggunakan model matematis, statistika, dan ekonometrik.
  1. Data kuantitatif
Merupakan analisis data yang dilakukan terbatas pada teknik pengolahan datanya seperti pada pengecekan datanya.
Kesimpulan     :
Resiko usaha adalah bahaya yang dapat terjadi dalam menjalani sebuah usaha. Resiko-resiko tersebut daoat terjadi dibeberapa aspek diantaranya keuangan, produk, pesaing, potensi pasar, pelanggan, serta aspek bahan baku. Bahaya-bahaya tersebut harus diketahui oleh para pelaku usaha agar dapat menghindari kemungkinan terjadinya resiko tersebut.
Sumber            :



0 komentar:

top

Posting Komentar

Gunadarma University

Cute Hello Kitty Kaoani
desiayyy. Diberdayakan oleh Blogger.
 
 

malaaayu | Designed by: Compartidísimo
Images by: Scrappingmar©