Kamis, 07 Mei 2020

Waralaba dan Pemasaran Langsung

| |


Waralaba dan Pemasaran Langsung


Menurut Rooseno Harjowidigdo waralaba atau franchise adalah kerjasama dibidang perdagangan atau jasa yang dipandang sebagai salah satu unutk mengembangkan sistem usaha di lain tempat, diman franchisor secara ekonomi sangat untung karena ia mendapatkan management fee dari franchisee, barang produknya dapat tersebar ke tempat lain dimana franchisee mengusahakan franchise nya dan bagi konsumen yang membutuhkan barang hasil produksinya franchisee cepat didapatkan dalam keadaan fresh dan belum atau tidak rusak. Terdapat beberapa resiko inverstasi dalam waralaba, diantaranya sebagai berikut.
  1. Mode
Jika sudah ada selama bertahun-tahun dan memiliki pasar yang mapan, mungkin waralaba tersebut tidak akan ada perubahan lain di pasar. Tetapi jika ini baru di pasaran, berhati-hatilah. Ingat, yang baru sering dapat berarti "risiko yang lebih tinggi."
  1. Regionalitas dan Musiman
  2. Peraturan
Peraturan pemerintah menimbulkan potensi ancaman bagi bisnis apa pun. Walaupun sulit untuk memperkirakan apa yang akan dilakukan pemerintah, tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
  1. Resensi
Seorang konsumen mungkin lebih cenderung memperbaiki mobilnya selama resesi, sedangkan dalam ekonomi yang baik ia mungkin hanya membeli yang baru. Pastikan untuk bertanya kepada pemilik waralaba yang Anda pertimbangkan bagaimana tarif bisnisnya dalam kondisi ekonomi yang berbeda.
  1. Risiko Modal
Risiko modal (atau finansial) terlibat ketika pemilik waralaba tidak memiliki sumber daya untuk memenuhi rencana pertumbuhannya.
Persetujuan waralaba perlu diketahui sebelum dilakukannya francise. Kontrak atau persetujuan franchise adalah tahap akhir untuk menjadi pemakai franchise. Pada tahap ini pengacara yang berpengalaman dalam franchise akan sangat diperlukan. Persetujuan ini berisi semua persyaratan spesifik dan kewajiban dari pemakai franchise. Hal-hal seperti eksklusivitas daerah pemasaran akan melindungi pemakai franchise yang memiliki franchise sama. Syarat-syarat yang bisa diperbaharui akan menunjukkan panjang kontrak dan persyaratan untuk memperbaharuinya. Persyaratan finansial akan menentukan harga dari franchise, jadwal pembayaran, royalti yang harus dibayar, dan lain. Pemutusan perjanjian finansial hendaknya menunjukkan syarat-syarat apa yang akan terjadi jika usaha dari pemakai franchise mengalami kebangkrutan. Masalah-masalah pemutusan perjanjian franchise biasanya sering mendatangkan perkara hukum dibanding persoalan lain dalam franchising. Oleh karena itu syarat-syarat yang ditetapkan di atas hendaknya memberikan nilai pasar yang wajar jika pemakai franchise ingin menjualnya.
Pemasaran Langsung (Direct Marketing) adalah suatu metode penjualan dengan menggunakan media pemasaran secara langsung tanpa adanya pihak perantara pemasaran dalam transaksi tawar-menawar atau jual-beli atas suatu produk atau jasa yang ditawarkan. Keuntungan utama pemasaran langsung bagi perusahaan adalah perusahaan dapat mengukur secara langsung respons konsumen terhadap setiap kampanye pemasaran yang diberikan. Dengan begitu, perusahaan dapat mendorong peningkatan tingkat respon dalam upaya mencapai efektivitas pemasaran dan profitabilitas yang lebih besar. Jenis pemasaran ini juga memungkinkan perusahaan untuk meraih pelanggan dengan sentuhan secara lebih pribadi. Surat atau email langsung dapat ditujukan kepada orang tertentu. Panggilan telepon dapat melibatkan pelanggan dalam percakapan untuk mulai membangun hubungan dengan perusahaan. Beberapa metode pemasaran langsung sangat terjangkau. Taktik seperti pemasaran email bisa sangat hemat biaya. Ini kontras dengan kampanye iklan yang melibatkan media massa, yang mana seringkali jauh lebih mahal. Oleh karena itu, jenis pemasaran langsung cocok untuk perusahaan dengan anggaran terbatas, seperti perusahaan UKM. Terdapat beberapa alternatif strategi dalam pemasaran langsung, diantaranya sebagai berikut.
  1. Periklanan terklasifikasi (classified advertising).
Pendekatan paling sederhana dan tidak mahal bagi wiraswastawan adalah iklan terpilih pada surat kabar dan majalah. Majalah atau surat kabar hendaknya diidentifikasi yang akan mencapai pasar produk/ jasa yang tepat. Iklan terklasifikasi bisa mendatangkan hasil laba yang tinggi.
  1. Periklanan display (display ads).
Tipe periklanan ini memungkinkan wiraswastawan membeli kolom pada majalah atau surat kabar. Ia memberi peluang untuk menjelaskan secara gamblang mengenai gambaran produk/ jasa. Disamping itu kupon potongan harga bisa dimasukkan dalam iklan tersebut sehingga pelanggan bisa memotongnya untuk dikirimkan bersama pembayarannya.
  1. Kiriman pos langsung (direct mail).
Teknik ini memungkinkan wiraswastawan untuk mengirim barang secara langsung kepada calon pelanggan. Tehnik ini hendaknya digunakan ketika terdapat produk dan segmen pasar yang jelas.
  1. Katalog penjualan (catalog sales).
Pencetakan katalog berkualitas merupakan investasi yang sangat mahal bagi wiraswastawan. Walaupun ini lebih mudah dibandingkan menjual di toko eceran. Katalog harus menarik dan merangsang minat pelanggan. Keuntungannya adalah bahwa katalog memungkinkan penjualan berulang karena katalog mungkin disimpan untuk digunakan di masa yang akan datang.
  1. Pemasaran tanggapan langsung media (media directy renponse marketing) Radio, televisi dan telepon mungkin dipakai sebagai pendekat alternatif untuk pemasaran produk atau jasa.
Multi Level Marketing (MLM) merupakan salah satu sistem pemasaran dengan memanfaatkan pelanggan sebagai jaringan distribusi. Istilah lain Multi Level Marketing adalah Network Marketing, Multi Generation Marketing dan Uni Level Marketing. Berdasarkan akar katanya, Multi artinya banyak, level artinya berjenjang dan Marketing artinya pemasaran, sehingga Multi Level Marketing adalah pemasaran yang banyak dan berjenjang. Menurut Harefa (2000), Multi Level Marketing adalah menjual atau memasarkan langsung suatu produk baik berupa barang atau jasa konsumen, sehingga biaya distribusi dari barang yang dijual atau dipasarkan tersebut sangat minim bahkan sampai ke titik nol yang artinya bahwa dalam bisnis MLM ini tidak diperlukan biaya distribusi. MLM juga menghilangkan biaya promosi dari barang yang hendak dijual karena distribusi dan promosi ditangani langsung oleh distributor dengan sistem berjenjang. Terdapat beberapa jenis dari MLM ini diantaranya sebagai berikut.
  1. Sistem Binary Plan
Sistem Binary Plan ini mengutamakan pengembangan jaringan hanya dua leg saja dan mengutamakan keseimbangan jaringan. Semakin seimbang jaringan dan omset bisnis dalam perusahaan MLM seperti ini, semakin besar bonus yang terima.
  1. Sistem Matrix
Sistem matrix ini pengembangan jaringannya menggunakan konsep hanya tiga frontline saja dan begitu pula selanjutnya ke bawah. Jenis sistem ini muncul untuk mengakali sistem binary yang dianggap money game.
  1. Sistem Break Away
Sistem ini pengembangan jaringannya mengutamakan kelebaran. Semakin banyak frontline, semakin besar pula bonus yang diterima. Namun kelemahannya adalah seorang agen harus mengurus semuanya sendiri.
Kesimpulan     :
Waralaba merupakan salah satu bentuk usaha yang berfungsi untuk mengembangkan usaha tersebut. Sebelum melakukan kerja sama waralaba alangkah lebih baiknya mempertimbangkan mengenai resiko investasi dalam waralaba. Setelah mengetahui resiko-resiko tersebut maka kita juga perlu memperhatikan mengenai ketentuan dalam waralaba serta landasan hukum yang melindungi pelaku waralaba.
Sumber            :
Harefa, andreas. (2000), Multi Level Marketing. Jakarta : PT. Gramedia
Pustaka Utama.


0 komentar:

top

Posting Komentar

Gunadarma University

Cute Hello Kitty Kaoani
desiayyy. Diberdayakan oleh Blogger.
 
 

malaaayu | Designed by: Compartidísimo
Images by: Scrappingmar©